Diposting oleh CafeStat on 02.18
Label:

Apresiasi lukisan bisa menggunakan media apa saja. Di era sekarang ini, kreativitas dari diri seniman pun mulai bermunculan dengan menghadirkan inovasi-inovasi yang tanpa batas.
Demikian dilontarkan pengamat seni lukis Cak Kandar, saat dimintai komentarnya, Jumat (9/4) malam. “Bandingkan 10-20 tahun lalu silam, kalau yang namanya melukis ya medianya kanvas yang dibingkai. Apapun aplikasinya, yang penting kalau melukis ya batasannya seperti itu,” ujar mantan pelukis bulu ayam ini, Jumat (9/4).
Namun, saat ini medianya sudah sangat bervariasi. “Seniman mengapresiasi dirinya lewat lukisan bisa menggunakan media apa saja. Uniknya, para penikmatnya selalu ada. Ini yang namanya kreatif dan inovatif,” imbuh pria 63 tahun ini.
Tema-tema yang disuguhkan pun semakin beragam dan bahkan menyiratkan muatan-muatan tertentu. Sekarang ini hampir tidak ada batasan aliran dalam seni rupa.
“Kalau dulu masih jelas bagaimana aliran realisme, ekspresionisme, surrealisme, maka sekarang batasan itu sudah tidak ada. Semua aliran digabung jadi satu dan melahirkan aliran-aliran baru yang kontemporer,” jelas pelukis asli Surabaya ini.
Kecenderungan tren yang mulai berkembang, melukis tidak hanya dari bahan kanvas berbingkai, tapi juga bisa di batu, kaca, pakaian, hingga kertas bambu jepang.
“Apapun bentuk dan media lukisannya, selama itu mengandung unsur estetika, artistik dan filosofis tentu akan selalu diminati,” ujar Cak Kandar.
Ke depan, media yang dipakaipun akan terus dikembangkan. “Seni lukis sudah menjadi seni rupa. Kalau dulu seni lukis adalah cabang dari seni rupa, maka sekarang seni lukis menjadi seni rupa. Gagasan-gagasan seni lukis itu lahir dalam bentuk dua dimensi maupun tiga dimensi,” pungkasnya.

sumber: Surya

Diposting oleh CafeStat on 02.17
Label:

Selalu tampil menarik menjadi idaman setiap wanita. Ini pula yang diinginkan Linda dalam setiap penampilannya. Sayangnya, keinginan itu selalu berbenturan dengan budget (anggaran belanja) produk perlengkapan fashion, berikut aksesorinya yang rata-rata cukup mahal.
“Baju yang menarik dan bermerek sekarang cukup mahal, belum lagi perhiasan emas. Bayangkan, berapa duit dibutuhkan hanya untuk memoles penampilan,” seru Linda, wanita berusia 35 tahun ini.
Namun, akhirnya ia menemukan jawaban, ketika sedang bersama teman-teman sekantornya berjalan-jalan untuk mencari makan di sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya. Saat itu, ia tertarik dengan deretan aksesori kalung dan gelang berbahan manik-manik dan batu-batuan di salah satu gerai.
Sekilas, Linda memperkirakan harganya pasti lumayan mahal. Tapi, sekejap kemudian ia menjadi tercengang dengan harga aksesori yang ternyata cukup murah. Berkali-kali ia coba satu-persatu kalung dan gelang ke leher maupun tangannya.
“Cocok, tinggal menyesuaikan dengan busananya. Harganya sangat terjangkau, tapi terlihat cukup elegan,” ucap marketing di salah satu perusahaan asuransi ini. Ia pun memilih beberapa aksesori seperti kalung dari batu-batuan, gelang manik-manik, hingga bros. Kisaran harga mulai Rp 5.000-an.
Linda merupakan salah satu bukti bahwa potensi pasar pernak-pernik aksesori wanita cukup besar. Tak hanya segmen menengah bawah, menengah atas pun tak sedikit yang menyukai aksesori yang sebagian besar masih diproduksi perajin rumahan ini.
Seiring meningkatnya permintaan, produk ini mulai banyak dijumpai di beberapa pusat perbelanjaan. Salah satu wanita yang memanfaatkan peluang pasar ini adalah Oky Mia Octaviany. Ia membuat sendiri aneka aksesori seperti gelang, tas, anting, bros, dan hiasan jilbab berbahan bebatuan dan manik-manik, yang dirangkai dengan kawat, senar atau benang.
Sebenarnya, ia mengaku tak sengaja menggeluti usaha itu. Sekitar tahun 2000, ketika ia mulai mengenakan jilbab, ia merasa kesulitan ingin tampil modis dengan busana itu. Padahal, Oky selama ini sangat menyukai aksesori sebagai pelengkap berbusana.
“Saya kemudian memutar otak bagaimana menciptakan aksesori yang bisa dipakai wanita berjilbab. Akhirnya, saya mencoba membuat kalung dari bebatuan untuk dikenakan sendiri,” ungkap wanita kelahiran Surabaya 12 Oktober 1971 ini.
Ternyata, saat ia mengenakan kalung itu di sebuah acara, Oky banyak dipuji teman-temannya. Bahkan mereka berminat untuk membeli. Dari sini Oky kemudian tertantang membuat aneka aksesoris lainnya, dan menamakan produk buatannya ‘Peniti’.
Keunikan aksesori buatan Oky, yakni menggunakan bahan batu-batuan dan manik-manik. “Saya mengeluarkan dana Rp 1 juta untuk membuat usaha ini. Murah meriah tapi menghasilkan,” ungkap istri Banyon Anantoseno yang juga mengembangkan usaha busana Muslim ini.
Dalam sehari, ia mampu menghasilkan 25-30 item aksesoris. Untuk satu item aksesoris, rata-rata membutuhkan biaya Rp 1.000-100.000 tergantung bahan dan kesulitannya. Dari ongkos produksi tersebut ia bisa mendapatkan keuntungan antara 30-50 persen.
“Menggeluti usaha seperti ini modalnya hanya tekun dan tidak patah semangat,” terang ibu dua anak yang masih memanfaatkan ajang pameran untuk menjual produknya ini. Untuk menambah konsumen, ia banyak dibantu Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) daerah Surabaya.
Ia sadar, produk yang dihasilkan harus bersaing dengan produk lain yang sejenis. Namun untuk yang satu ini, Oky terus berupaya melakukan inovasi terhadap model dan desain. Untuk itu, mau tak mau, Oky banyak menghabiskan waktu keluyuran ke mal-mal di Jakarta dan Surabaya, hanya sekadar melihat model aksesori yang kemudian ia kembangkan dengan ide sendiri.
“Menciptakan model yang disukai sangatlah penting, apalagi saat ini banyak aksesori dengan harga terjangkau dari China,” ujar Oky, yang mengaku rata-rata bisa membukukan omzet penjualan Rp 5-10 juta per bulan.
Tak hanya pasar lokal, beberapa pembeli asing seperti, Arab Saudi dan Eropa, mulai tertarik dengan produk penulis buku ‘Cantik & Gaya dengan Bros’, serta ‘Cantik dengan Rangkaian Manik dan Batu’ ini.
Cerdik Bidik Segmen
Dian Wicaksono, perajin UKM berbahan dasar logam binaan Dekranasda Surabaya mengatakan, potensi berkembangnya aneka kerajinan dan aksesori masih cukup besar. “Pasar domestik untuk produk kerajinan sangat terbuka. Tinggal bagaimana si perajin cerdik membidik segmen,” katanya.
Soal bahan baku, ia menyebut cukup berlimpah karena produk kerajinan bisa berasal dari apapun, mulai logam, pelepah pisang, daun kering, rotan, kayu, batok kelapa, batu dan manik-manik, pita, kain barik hingga kertas kardus.
Ia pun membocorkan salah satu kiat agar produk kerajinan dan souvenir bisa memiliki pasar. Kalau segmennya wisatawan, sebaiknya produk yang dibuat ada logo khas Surabaya. Kalau segmennya rumah tangga, bisa berupa pernak-pernik interior. Harganya tergantung segmen yang dibidik.
“Pemilihan bahan baku sesuaikan dengan budget dan siapa sasarannya,” lanjutnya.
Langkah awal pemasaran bisa melalui website atau langsung melalui beragam pameran atau dititipkan pada toko-toko yang menjual kerajinan khas. Apabila modal sudah mencukupi, langkah ekspor tidak ada salahnya ditempuh.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Perajin Jatim (APJ), Liliek Noer mengakui, potensi pasar produk kerajinan cukup luas, baik untuk pasar domestik maupun luar negeri. Untuk pasar lokal, produk aksesoris seperti kalung, gelang, atau bros, cukup mendapat animo pasar, mengingat sekarang ini kaum wanita banyak yang gandrung terhadap pernik-pernik buatan tangan.
“Untuk pasar luar negeri, banyak juga produk kerajinan asal Jatim yang diminati, seperti aksesori untuk interior rumah atau peralatan ringan untuk rumah tangga,” sebutnya.
Uniknya, lanjut Liliek, sebagian besar produk kerajinan itu dihasilkan oleh tangan-tangan terampil kaum wanita. Ini dinilainya sangat luar biasa, mengingat awalnya mereka melakukan hanya sekadar membantu perekonomian keluarga. Tak jarang mereka akhirnya menjadi penopang keluarga.
Meski begitu, ujar Liliek, perajin tetap butuh arahan dan pendampingan, mengingat rata-rata mereka adalah tradisional, yang awam akan manajemen, kualitas, dan persaingan di pasar.
“Oleh karena itu, kepedulian semua pihak diperlukan, seperti perbankan untuk akses modal, pemerintah untuk pelatihan-pelatihan, dan komunitas atau asosiasi untuk membantu mencarikan akses pasar,” imbuhnya.

sumber: SURYA

Diposting oleh CafeStat on 01.44

Hasil survei yang dilakukan Sophos, perusahaan security ternama, ini mungkin tak bisa dianggap main-main oleh Facebook. Bagaimana tidak, hasil penelitian menemukan 60 persen pengguna Facebook berencana menutup akunnya jika kebijakan soal privasi yang diterapkan layanan jejaring sosial itu masih terus berubah-ubah. Survei ini dilakukan terhadap 1.588 pengguna Facebook.

"Polling ini menunjukkan bahwa mayoritas pengguna mengeluh terhadap lemahnya kontrol yang disediakan Facebook untuk melindungi data mereka," ujar Graham Cluley, konsultan teknologi senior Sophos, seperti dilansir situs Telegraph, Rabu (19/5/2010). Kebanyakan pengguna tidak tahu bagaimana mengatur privasi di Facebook dengan aman karena fiturnya dinilai membingungkan.

Berkali-kali Facebook mendapat kritikan karena fitur pengatur privasi yang disediakannya terlalu ribet. Kenyataannya saat ini, Facebook menerapkan pendekatan bahwa konten yang ditampilkan bebas dilihat sesama pengguna Facebook. Pengguna baru diberi pilihan untuk mengatur kalau ingin membatasi siapa saja yang boleh melihat informasi tersebut.

"Perubahan mendasar yang harus dilakukan Facebook adalah menerapkan pilihan opt-in (buat siapa) untuk membagi informasi, bukannya opt-out (bukan buat siapa)," lanjut Cluley. Ia mengatakan, pengguna Facebook banyak menampilkan informasi pribadi dan tentu tidak ingin tiba-tiba kaget karena nomor ponsel atau tanggal lahirnya muncul di internet dan dapat dilihat semua orang.

Bahkan, karena Facebook masih "mencla-mencle" soal pengaturan privasi tersebut, sudah muncul gerakan tinggalkan Facebook. Ribuan pengguna Facebook telah bergabung dalam gerakan hapus akun Facebook pada 31 Mei 2010 sebagai bentuk tekanan kepada Facebook.

sumber: Kompas

Diposting oleh CafeStat on 01.42
Label:

Kritikan berbagai pihak soal kebijakan pengaturan privasi yang mencla-mencle, membingungkan, dan terus berubah di Facebook ditanggapi langsung sang CEO Mark Zuckerberg. Ia mengatakan, semua yang dilakukan Facebook saat ini demi mengikuti kebutuhan orang di era internet yang terbuka.

"Cara orang berpikir soal privasi sedikit mengalami perubahan. Yang dibutuhkan kebanyakan orang bukan lagi privasi yang komplit. Bukan serba rahasia yang mereka inginkan. Mereka hanya butuh mengontrol apa saja yang bisa dibagi dan apa yang tidak," ujar Mark Zuckerberg dalam wawancara dengan Time yang dilansir situs Telegraph, Jumat (21/5/2010).

Ia mengatakan bentuk transformasi paling besar yang terjadi pada generasi saat ini adalah semakin banyak informasi yang dibagikan kepada publik. Menurut pandangannya, perubahan kebutuhan berbagi tersebut malah sedang dimulai dan Facebook berusaha melayaninya.

"Bagian penting yang sedang kami lakukan adalah menyiapkan apa yang diperlukan orang di masa depan dan menyediakan sarana untuk menggunakannya," ujar Zuckerberg. Ia mengaku tak khawatir dengan keresahan jutaan orang yang mengeluh dengan pengaturan privasi di Facebook untuk saat ini.

Beberapa kali pengaturan privasi di Facebook dikeluhkan karena sering berubah dan membingungkan. Facebook juga menerapkan pengaturan privasi opt-out, di mana pengguna harus memilih siapa yang tidak boleh melihat informasi yang ditampilkannya ketimbang pendekatan lebih aman secara opt-in atau untuk siapa konten dibagi. Ribuan orang mengancam akan keluar dan menghapus akunnya di Facebook pada 31 Mei 2010 sebagai bentuk protes dan tekanan kepada Facebook.

sumber: Kompas

Diposting oleh CafeStat on 01.40
Label:

Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, kembali berkomentar soal kontrol privasi di situs jejaring sosial buatannya yang dinilai terlalu rumit dan terus berubah. Ia mengaku telah melakukan kesalahan dalam melindungi kerahasiaan penggunanya dan berjanji akan segera mengatasinya.

"Saya tahu kami telah berbuat sejumlah kesalahan. Namun, saya berharap kelak layanan itu menjadi lebih sempurna dan orang mengerti dengan niat baik kami. Kami merespons tanggapan dari orang-orang yang kami layani," ujar Zuckerberg seperti dilansir AFP dari situs pribadi bloger teknologi terkemuka Robert Scoble. Pernyataan itu disampaikan Zuckerberg melalui e-mail kepada Scoble dan disebarkan melalui situs pribadinya atas seizin Zuckerberg.

Zuckerberg menyatakan, Facebook akan melakukan modifikasi untuk menyederhanakan peraturan privasi penggunanya agar lebih mudah dan tidak terlalu rumit seperti saat ini. "Kami menampung semua masukan dan mencoba untuk menyaring sampai ke hal-hal penting yang ingin kami perbaiki," tulis Zuckerberg.

Sebelumnya, Facebook menganggap penggunanya akan menyukai fitur baru yang memudahkan berbagi informasi-informasi pribadi tidak hanya melalui halaman Facebook, tapi juga melalui aplikasi atau situs lainnya. Langkah itu merupakan upaya Facebook menjadi pengalaman jejaring sosial lebih luas hingga ke situs-situs lainnya.

Namun, Facebook dikecam habis oleh para penggunanya di AS, kelompok perlindungan konsumen, serta anggota legislatif AS dan Uni Eropa, menyangkut fitur-fitur baru yang dituduh mengumbar kerahasiaan lebih dari 400 juta penggunanya itu.

sumber: Kompas

Diposting oleh CafeStat on 01.24
Label:

Memperkenalkan sebuah bisnis perdagangan mata uang asing atau yang lebih dikenal dengan Foreign Exchange (FOREX). MARKETIVA adalah perusahaan pialang internasional, profesional dan legal yang berkedudukan di Switzerland, perusahaan ini telah mendapatkan izin internasional dengan no. IBC CAP.291 REG.NO. 646819.

Kini melalui MARKETIVA anda tidak lagi harus mempunyai uang dengan jumlah yang besar untuk bisa segera berinvestasi dalam perdagangan mata uang asing, tapi cukup 10.000 rupiah, 50.000 rupiah, 70.000 rupiah atau terserah sesuai dengan keinginan dan kemampuan financial anda tentunya. Bahkan lebih extreme-nya anda bisa dengan segera melakukan perdagangan tanpa uang sepeserpun, karena begitu anda selesai mendaftar anda akan di berikan hadiah sebesar US$ 5 sebagai modal awal.

menarik bukan..? kenapa anda tidak mencobanya sekarang..! semuanya GRATIS

Program investasi ini tidak hanya cocok untuk kalangan atas saja, tapi sangat cocok untuk investor menengah ke bawah. seperti Karyawan, Pedagang kecil, bahkan untuk Mahasiswa.

Untuk lebih jelasnya klik gambar ini aja:




Salam sukses
Admin

Diposting oleh CafeStat on 00.01
Label:

Salah satu situs jejaring sosial yang banyak dibicarakan di media online Facebook.com, terancam akan di tutup (servernya di shutdown, dan tidak boleh online lagi selamanya). Hal ini terkait dengan tuntutan dari ConnectU.com yang menyatakan bahwa, tadinya Zuckerberg (pendiri Facebook) bekerja bersama 3 orang mahasiswa Harvard lainnya untuk mengembangkan ConnectU.com, tetapi sebelum ConnectU selesai, Zuckerberg keluar dan mendirikan Facebook (yang juga diluncurkan duluan).

Pengadilan mengatakan bahwa jika terbukti Zuckerberg melakukan pencurian hak kekayaan intelektual, maka Facebook.com harus ditutup. Tetapi hal ini masih dalam penyelidikan. Kita tunggu saja hasilnya.

[UPDATE] Tuntutan ConnectU kepada Facebook akhirnya dicabut dengan sebuah kesepakatan tertutup. Tetapi beberapa waktu lalu kesepakatan tersebut terbongkar. Disebutkan bahwa Facebook memberikan sejumlah uang besar kepada ConnectU dan memperoleh sebagian saham Facebook.

sumber: okto.silaban.net

Search